Thursday, July 2, 2020

Kebahagian bukan ditentukan oleh waktu dan tempat

Seorang cendikiawan berkebangsaan Inggris, "adalah memungkinkan bagimu-apabila engkau ditahan didalam dalam sebuah penjara-untuk tetap tersenyum sembari melihat angkasa; atau mengeluarkan setangkai bunga dari saku bajumu lalu menciumnya; ataupun bercengkrama dengan sesama tahanan.

Dan memungkinkan juga bagimu-bilamana engkau berada di istana yang megah berkeluh kesah, marah dan jengkel terhadap urusan rumah,keluarga, dan harta yang engkau miliki".

Pilihan ada di tangan kita...

Wednesday, August 5, 2009

Baharuddin Lopa Sang Pendekar Hukum


Suasana duka sangat mendalam tampak di rumah milik Baharuddin Lopa di jalan Kumala Merdeka 4 Makassar. Puluhan sanak keluarga dan warga setempat mendatangi rumah sederhana tersebut yang berada di dalam lorong sempit.

Mereka datang berbagi duka atas meninggalnya seorang pendekar hukum yang jujur dan berani dalam membela kebenaran tersebut. Mereka yang datang sebagian berdiri di halaman dan jalan setapak karena ruang di rumah tersebut cukup sempit.Di ruang tamu berbentuk "L" terdapat dua sofa yang sudah termakan usia. Keduanya dibeli almarhum pada tahun 1985 ketika menjabat Kepala kejaksaan Negeri di Ternate, Maluku Utara.

Selain itu, pada dinding terdapat foto-foto keluarga dan satu buah lukisan dan bufet yang berisikan beberapa buah keramik dan kipas angin kecil yang telah rusak.Siapapun yang melihat rumah, yang dibeli Lopa dengan cara mencicil pada tahun 1964.

Ia dikenal amat bersahaja. Selain dari gaji, penghasilannya diperoleh dengan membuka warung telekomunikasi dengan lima bilik telepon dan penyewaan PlayStation di samping rumahnya di Pondok Bambu, Jakarta. Ia juga rajin menulis kolom di berbagai majalah dan harian. Terang-terangan diakui, itu caranya menambah penghasilan dari keringat sendiri. Honor ratusan ribu rupiah dari menulis kolom inilah yang sering diandalkannya untuk memperbaiki ini dan itu di rumahnya. Kisah pengusaha Jusuf Kalla, yang kini menjadi wakil presiden, menunjukkan kejujuran Lopa.

Suatu hari, Kalla sebagai pengusaha pemegang agen tunggal Toyota di kawasan timur Indonesia ditelepon Lopa yang mau membeli mobil. Di benak Jusuf, sebagai Direktur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan, Lopa pasti mau sedan kelas satu. Toyota Crown ia tawarkan. Tapi Lopa menyatakan tak sanggup membeli sedan seharga Rp 100 juta itu. Cressida seharga Rp 60 juta pun masih dianggap mahal.

Akhirnya, Jusuf menyodorkan Corona senilai Rp 30 juta. Harganya tak ia sebutkan karena ia berniat memberikannya untuk Lopa. Lopa kontan menolak. Yang lucu, malah Kalla si penjual yang sampai menawar harga. Begini saja. Saya kan pemilik mobil, jadi terserah saya mau jual berapa. Saya mau jual mobil itu Rp 5 juta saja. Lopa masih menolak. Jangan begitu. Kau harus jual dengan harga sama seperti ke orang lain. Tapi kasih diskon, nanti saya cicil. Tapi jangan kau tagih.

Akhirnya, Lopa akan membelinya seharga Rp 25 juta. Uang muka sebesar Rp 5 juta langsung dibayar dan diantar Lopa dalam bungkusan koran bekas. Selebihnya betul-betul dicicil sampai lunas selama tiga tahun empat bulan. Kadang-kadang dibayar Rp 500 ribu, kadang-kadang sejuta, tutur Jusuf Kalla.

Ketika menjadi Staf Ahli/Penasihat Jaksa Agung Baharuddin Lopa, Prof Achmad Ali meminta agar Lopa menyediakan mesin faxmile di rumahnya. Lopa menilai fax sebagai sesuatu yang cukup mewah.

Namun ketika beliau akhirnya 'mampu' membelinya, ia amat bangga mengabarkan itu kepada Prof Achmad Ali. Ketika Dr Hamid Awaludin pulang dari Amerika Serikat dengan gelar doktornya, Lopa amat berbahagia dan mentraktir Dr Hamid dengan membeli dua nasi bungkus untuk disantap bersama.

Karakternya yang keras hati bila berurusan dengan hukum dan keadilan itu, sudah mulai terlihat sejak usia seperempat abad. Kala itu, Baharuddin muda ditunjuk menjabat bupati di Majene, Sulawesi Selatan. Lelaki kelahiran Desa Pambusung, Kabupaten Polewali Mamasa, Sulsel, 27 Agustus 1935, berani memberantas kasus penyelundupan yang melibatkan Andi Selle, Komandan Batalyon 710 setempat.Ia dipilih oleh Panglima Komando Distrik Militer XIV Hasanuddin, Kolonel M. Jusuf karena dianggap sanggup melawan pemberontakan Andi Selle pada tahun 1960.

Semasa menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sul-Sel (1982-1986), "korbannya" adalah Tony Gozal, seorang pengusaha kaya dan salah satu "orang kuat Sul-Sel". Tekanan dari segala penjuru tak digubrisnya. Tony ia jebloskan ke penjara dalam kasus penyelewengan tanah milik pemerintah daerah. Tengah gencar-gencarnya memeriksa Tony, Presiden Soeharto bersama Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew bertemu di Makassar. Tempatnya tak lain di Hotel Makassar Golden, hotel termewah di Sul-Sel milik Tony. Lopa ikut menjemput Soeharto dan Lee di Bandara Hasanuddin. Tapi ia menolak mengantar sampai ke hotel dan tak mau datang ke jamuan makan malam yang dihadiri semua pejabat Sulawesi. "Tidak baik saya ke situ. Apa kata orang kalau saya datang ke hotel yang sedang saya sidik," kata Lopa. Tony divonis bersalah dan meringkuk di Penjara Gunungsari. Buntutnya, Lopa terpental. Pada 1986, ia dimutasi menjadi staf ahli Menteri Kehakiman.

Pada bulan 9 Februari 2001 Baharuddin Lopa dilantik oleh Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Hukum dan Ham menggantikan Yusril Ihza Mahendra. Tak lama setelah Lopa dilantik menjadi Menteri ia mengirim Raja Hutan Bob Hasan ke Nusakambangan.Jabatan menteri ini ia sandang sampai dengan bulan Juni 2001.

Jaksa Agung adalah jabatan yang ia pegang sampai wafatnya. Hanya berselang 1 bulan 3 hari (6 Juni 2001-3 Juli 2001) banyak hal yang telah dilakukannya.

Almarhum Lopa, dikenal sebagai jaksa yang hampir tidak punya rasa takut, kecuali kepada Allah SWT. Sepanjang karirnya di kejaksaan, Lopa pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan Barat serta Sulawesi Selatan, dan juga mengepalai Pusdiklat Kejaksaan Agung di Jakarta. Begitu menjabat Jaksa Agung, menggantikan Marzuki Darusman, Lopa langsung bekerja keras memberantas korupsi. Lopa langsung memburu Sjamsul Nursalim yang sedang dirawat di Jepang dan Prajogo Pangestu yang dirawat di Singapura agar segera pulang ke Jakarta. Lopa juga memutuskan untuk mencekal Marimutu Sinivasan. Namun ketiga konglomerat "hitam" tersebut mendapat penangguhan proses pemeriksaan langsung dari Presiden Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur.

Lopa juga menyidik keterlibatan Arifin Panigoro, Akbar Tandjung, dan Nurdin Halid dalam kasus korupsi. Gebrakan Lopa itu sempat dinilai bernuansa politik oleh berbagai kalangan, namun Lopa tidak mundur. Lopa bertekad melanjutkan penyidikan, kecuali ia tidak lagi menjabat Jaksa Agung. Ia bersama staf ahlinya Dr Andi Hamzah dan Prof Dr Achmad Ali serta staf lainnya biasa bekerja hingga pukul 23.00 setiap hari.
Meski menjabat Jaksa Agung hanya 1,5 bulan, Lopa berhasil menggerakkan Kejaksaan Agung untuk menuntaskan perkara-perkara korupsi dan mencatat deretan panjang konglomerat dan pejabat yang diduga terlibat KKN, untuk diseret ke pengadilan. Ketegasan dan keberaniannya jadi momok bagi para koruptor kakap dan teladan bagi orang-orang yang berani melawan arus kebobrokan. (Kejaksaan Agung)

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Almarhum, sosok beliau sangat dirindukan ditengah keteladanan penegak hukum menjadi sorotan. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan tokoh seperti Lopa dalam kepemimpinan SBY 5 tahun mendatang. Amiin

Friday, November 14, 2008

"Kalah Kliring"

Sebuah bank swasta Rabu kemaren mengalami "kalah kliring", ini membuat para pejabat terkait kelimpungan dan pusing tujuh keliling.
Bagaimana kalau kita kalah kliring di Yaumul Hisab hari dimana semua amal dan dosa kita diperhitungkan? Sudahkah cukup simpanan amal kita, memadaikah deposito pahala kita, bila dibandingkan dengan kredit dosa yang kita lakukan setiap hari?
Di Yaumul Hisab sekecil apapun amal yang kita lakukan pasti tercatat dalam sistem Allah, dan pasti akan dibalas dengan kebaikan juga. Setiap dosa yang kita lakukan juga tertata rapi dalam catatan Allah dan tidak ada satupun yang luput dari pembalasan.

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.
8. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (Al-Zalzalah:7-8)


Orang yang kalah kliring di Yaumul Hisab (amal baik lebih sedikit dibandingkan dengan amal buruk) maka pasti mendapatkan Neraka dengan segala fasilitas siksaannya. Nauzubillahi min Zalik Kita selalu berdoa dan beramal agar terhindar dari kalah kliring di Yaumul Hisab, sebagai mana doa yang sering kita panjatkan kepada Allah SWT.

Ya Tuhanku, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka. Amiin Ya Arhamarrahimiin.

Menolak Cinta Allah?, sebuah refleksi

Macet adalah hal yang biasa dalam perjalanan menuju tempat kerja. "Kalau tidak macet pasti itu hari sabtu atau lebaran", itulah Jakarta yang identik dengan kemacetan. Kita terkadang menikmati kemacetan itu, pada saat lain kita gusar dan kesal dengan kemacetan karena diburu waktu untuk memenuhi janji. Itu juga biasa malahan sudah menjadi kebiasaan.
Suatu kali seorang teman berceloteh, "akh sepanjang perjalanan menuju tempat kerja, pernahkah antum berbagi cinta?'. "Maksudnya apa akh?', tanya saya sedikit menyelidik, jangan-jangan teman ini mulai selingkuh. "Berbagi cinta dengan pengemis, pedagang asongan dan penyapu jalan". Sambil istigfar timbul perasaan bersalah dan malu karena telah berprasangka jelek kepada teman ini.

Memang seharusnya kita berbagi cinta untuk mendapatkan cinta Allah SWT. Mereka yang mungkin tidak beruntung secara ekonomi seperti pengemis pasti tidak menjadikan mengemis sebagai propfesi. Karena pada kodratnya manusia itu memiliki keinginan yang kuat untuk berusaha dan menjaga harga diri. Kita mungkin pernah melihat dan membaca ada pengemis yang diorganisir sebagai profesi. Namun disinilah keimanan kita diuji. Bisakah kita dengan ikhlas dan rasa cinta terhadap makhluk ciptaan Allah? Bukankah niat merupakan urusan mereka dengan Khaliknya. Kita memberi karena kita mencitai makhluk Allah yang kurang beruntung, kita memberi untuk merebut cinta Allah. Munkinkah kita menolak cinta Allah? itu adalah suatu hal yang naif, kita sangat berharap mendapatkan cinta Allah SWT bukankah Rasululullah SAW telah mengingatkan kita :

"Cintailah yang ada dibumi, maka Yang dilangit akan mencintaimu"(Hadis)





Tuesday, November 11, 2008

Nasruddin Hoja, Kapitalisme ala periuk beranak

Nasruddin meminjam periuk kepada tetangganya. Seminggu kemudian, dia mengembalikanannya dengan menyertakan juga periuk kecil disampingnya. Tetangganya heran dan bertanya mengenai periuk kecilitu. "Periukmu sedang hamil waktu kupinjam. Dua hari kemudian dia melahirkan bayinya dengan selamat".
Tetangganya menerimanya dengan senang hati. Nasruddin pun pulang. Beberapa hari kemudian, Nasruddin meminjam periuk itu lagi. Setelah sebualan lewat, Nasruddin belum juga mengembalikan periuk itu. Karena gusar, sipemilik periuk datang kerumah Nasruddin meminta periuknya.
"Oh, sungguh sebuah malapetaka. Takdir telah menentukan bahwa periukmu meninggal di rumahku. Dan sekarang telah kumakamkan."
Tetangganya menjadi marah, "Ayo kembalikan periukku. Jangan berlagak bodoh. Mana ada periuk bisa meninggal dunia!"
"Beranak saja bisa, tentu periuk bisa juga meninggal dunia," kata Nasruddin.

Nah lho...

Thursday, October 30, 2008

Menipu Penipu

Nasruddin mendengar ada seorang anak muda yang mengaku tidak bisa ditipu oleh siapapun. Suatu hari Nasruddin bertemu dengannya disebuah perempatan.
"Tunggu aku disini. Sebentar lagi akan kuperlihatkan bagaimana aku bisa menipumu," kata Nasruddin sambil beranjak pergi meninggalkannya.
"Baik, kita buktikan saja," jawab anak muda itu. Setelah menunggu selama beberapa jam. Nasruddin belum kelihatan batang hidungnya, dan akhirnya dia menjadi jenuh. Seorang kawannya kebetulan lewan dan bertanya dengan heran.
"Mengapa kau berdiri disini?"
Setelah mendengar cerita anak muda itu, dia tertawa terpingkal-pingkal sembari berkata,"Kamu tolol! kamu telah ditipunya."

Nasruddin Hoja

Nasruddin adalah sosok multikarakter dan seakan tak berzaman. Setiap orang setiap zaman bisa mengindentifikasi Nasruddin dan kemudian tertawa lebar atau tersenyum simpul ketika menyimak cerita-ceritanya yang mengandung kecerdikan dan rasa humor disatu sisi, serta kritik sosial disisi lain.Karenanya, Pemerintah Mesir pernah melarang pertunjukan drama cerita Nasruddin yang berjudul "Paku Nasruddin" lantaran
menyindir Inggris dan Perancis yang memiliki kepentingan atas Terusan Suez. Cerita-cerita Nasruddin juga bersifat universal sehingga UNESCO menetapkan 1996 sebagai Tahun Nasruddin Hoja.
Tokoh ini tak pernah dirundung duka. Ia selalu menhadapi dunia, bahkan fenomena akhirat, dengan ketenangan yang jenaka dan kearifan yang menggelitik. Hal yang esensial yang bisa diselami dari cerita-cerita Nasruddin adalah pesan moral yang membangkitkan kesadaran kita untuk memperoleh pencerahan yang lebih bermakna.
La Tahzan, jangan bimbang dan ragu setiap kesulitan, masalah dan apapun juga yang menimpa kita selalu ada solusinya. Mari kita belajar kepada Nasruddin Hoja, postingan berikutnya kita akan membaca kepiawaian Nasruddin dalam menyikapi apapun juga yang menimpa dirinya dengan jenaka dan bijak. Lupakan krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini, tersenyumlah bersama Nasruddin Hoja.

Monday, October 13, 2008

Rontoknya Kapitalisme

Islam secara tegas melarang perdagangan yang mengandung unsur tipuan. Dalam fiqih Islam perdagangan itu disebut "garar". Hari ini kita melihat betapa dahsatnya bencana ekonomi dunia. Hampir semua bursa dunia mengalami penurunan yang luar biasa. Banyak pengamat ekonomi menggambarkan penurunan indeks bursa duni ini ibarat "sunami" yang meluluh lantakan perekonomian negara-negara biang Kapitalisme seperti Amerika, Eropah dan beberapa negara Asia seperti Jepang, Singapura, Taiwan. Mereka yang selama ini sangat mengagungkan ekobomi "artifisial", yang selalu mengukur keberhasilan ekonomi suatu negara dengan "indeks bursa" dan mengutamakan industri keuangan sebagai pilar ekonomi, hari ini mengalami depresi yang luar biasa. Industri keuangan dunia seolah-olah tidak mampu berhadapan dengan gempa dahsyat dengan kekuatan melebihi "sunami aceh". Ekonomi "artifisial" hanya dikendalikan oleh segelintir pemilik modal, yang mana dengan kekuatan modal, mereka bisa membuat miskin banyak negara dalam waktu satu "klik" mouse komputer, mereka bisa mengambil apa saja yang mereka mau dengan menekan "enter" di keyboard komputer, mereka dengan "rakus" melahap semua sumber kekayaan alam dihampir semua negara yang mereka mau. Hari ini Allah memberikan tegoran keras kepada mereka dan mudah-mudahan Allah melindungi kita dari azab yang lebih besar. Wahai para "pemilik modal" hentikanlah kerakusanmu, hentikanlah kampanye "garar"mu dan kembalilah kefitrahmu".

Thursday, August 14, 2008

Dzikir Mengingat Allah

Orang-orang shaleh di saat mereka berkumpul tentu mereka berzikir
menyebut nama Allah. Sedangkan orang-orang fasik, ketika mereka
berkumpul mereka lupa terhadap Allah, serta mereka lebih mengingat
segala sesuatu yang bisa melalaikan diri terhadap-Nya. Sebagaimana
disebut dalam firman Allah,

”Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram.” (ar-Ra’d: 28)

Karena itu zikir adalah kehidupan, artinya zikir terdiri dari amal,
keyakinan, dan tingkah laku.
Kaitannya dengan Akidah: Hendaklah hati itu dipenuhi dengan
kecintaan kepada Allah, dengan cara zikir mengingat-Nya, serta
memikirkan ayat-ayatNya.
Kaitannya dengan tingkah laku: Hendaklah engkau mengingat Allah
dengan tingkah lakumu. Karena orang yang menyalahi sunnah Nabi
Muhammad saw. adalah berarti menentang zikir kepada Allah. Ada syair
yang mengatakan,

Allahu Maha Besar, segala kesusahan menjadi tuntas
Terutama dari hati setiap orang yang berzikir dan mengucap tahlil.
Seorang manusia telah mengadu kepada salah seorang hamba yang
shaleh mengenai rasa sempit di dadanya, lalu orang shaleh itu mengatakan,
”Hendaknya kamu zikir mengingat Allah, kita semua tahu bahwa Allah
berfirman,

”Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan
bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan
kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami).” (al-Hadiid: 17)






Wednesday, January 23, 2008

Ceramah Rabu

Alhamdulillah, hari ini ana kembali bisa mendengarkan ceramah Islam di kantor. Memang kesempatan mendengarkan ceramah sering tergoda dengan aktifitas lain yang lebih menggiurkan nafsu duniawi dibanding mengisi kalbu dengan kajian Islam.

Ustad mengingatkan "Jalanilah kehidupan duniamu untuk memenuhi bekal untuk akhiratmu". Sebuah ungkapan yang membuat ana tercenung. Sudah cukupkah bekal akhiratku ? apakah aku akan datang kehadirat Illahi dengan tangan hampa tanpa amal yang cukup? Ya Allah bimbinglah hati ini agar selalu mematuhi perintahMu dan menghentikan laranganMu, Kuatkan imanku agar terhindar dari sifat dan sikap yang terlarang. Amiin Ya Rabbal 'alamiin

Wednesday, December 20, 2006

KUATNYA SEBONGKAH HARAPAN

Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada. Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil
sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun
kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli. Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?

"Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia".

Friday, December 8, 2006

Miskin Setelah Berkuasa

“Bantulah saya jika berada di jalan yang benar, dan perbaiki jika berada di jalan yang salah. Kebenaran adalah kepercayaan; kesalahan adalah pengkhianatan.” (Dari Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq)

Kita kenangkan pada hari Isra’ Mi’raj seorang bapak. Seorang saudagar yang langsung percaya ketika mendengar kabar perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian ke Sidratul Muntaha, kemudian balik lagi, dalam waktu hanya sekejap, di malam hari. Seorang yang secara khusus diminta Rasulullah SAW menemaninya berhijrah ke Madinah. Seorang yang ketika masuk Islam punya 40.000 dirham, belum lagi uang yang sedang beredar dalam perdagangan. Aset yang menjadikannya konglomerat papan atas di Jazirah Arab. Tapi tinggal 5.000 dirham ketika berhijrah, susut karena penggunaan untuk perjuangan agama. Seorang yang jika ada yang memujinya selalu tampak sedih: “Ya Allah, Engkau lebih tahu diriku daripada aku sendiri, sedangkan aku mengetahui diri sendiri lebih dari yang diketahui orang-orang itu. Ampunilah dosa-dosaku yang tidak mereka tahu, dan jangan buat aku bertanggung jawab atas puji-pujian mereka itu.”

Subhanallah, dialah Sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., yang dipilih secara aklamasi oleh kaum muslimin sebagai pemimpin umat, Khulafaurrasyidin yang pertama. Berikut pidato pertamanya setelah diangkat jadi Khalifah :

“….. Kebenaran adalah suatu kepercayaan; kesalahan adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah diantara kalian akan menjadi kuat bersama saya, sampai kebenaran terbukti. Orang yang kuat diantara kalian akan menjadi lemah bersama saya, sampai saya ambil dari dia hak orang yang lemah. Patuhilah saya selama saya mematuhi Allah dan Rasul. Jika saya tidak mematuhi allah dan Rasul, jangan patuh kepada saya.”

Ketika merasa ajalnya hampir tiba, Abu Bakar Ash-Shiddiq menanyakan kepada pegawai Baitul Mal jumlah tunjangan yang sudah diambilnya. Setelah direken, pegawai itu menjawab: 6.000. dirham. Itu untuk dua setengeh tahun masa kekhalifahan. Abu Bakar Ash-Shiddiq lalu menyuruh tanah miliknya dijual, dan seluruh hasilnya diserahkan kepada Baitul Mal.

Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat sehabis Shalat Magrib, Senin 8 Jumadil Akhir 13H (23 Agustus 634), dalam usia 63 tahun. Seorang saudagar kaya, yang memiliki 40.000 dirham tunai ketika memeluk Islam, tapi menjadi miskin sewaktu wafat sebagai khalifah pertama dalam Islam. Keluarga-keluarga kita, di Tanah Air, bertambah makmur jika salah satu anggotanya menduduki jabatan kekuasaan.

Wednesday, November 22, 2006

Berbuat Baik Dapat Melapangkan Hati

Keindahan adalah namanya, kebaikan adalah pakaiannya, dan kenikmatan adalah makanannya. Manusia pertama kali dapat merasakan kebahagian adalah mereka yang memiliki keberuntungan semacam itu. Mereka dapat memetik buahnya dengan segera didalam jiwa, akhlak dan batin mereka. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kelapangan, ketenangan dan ketentraman hati.

Apabila engkau diliputi oleh perasaan gelisah atau tertimpa kesedihan, maka berbuat baiklah kepada orang lain. Dengan demikian, engkau akan menemukan kemudahan dan mendapatkan kedamaian. santunilah orang fakir, tolonglah orang teraniaya, bebaskanlah orang yang menderita, beri makanlah orang yang lapar, jenguklah orang sakit dan tolonglah orang yang kena musibah, maka engkau akan merasakan bahwa kebahagian dan keberuntungan selalu menyertaimu dari depan maupun belakang.

Perbuatan baik itu bagaikan minyak misik yang bermanfaat bagi pembawa, penjual dan pembelinya. Kebiasaan berbuat baik itu bagaikan obat mujarab yang tersimpat di apotik. ia akan selalu memakmurkan hati mereka dengan kebaikan pula.

Menebarkan senyum kepada orang-orang miskin yang berakhlak adalah sedekah jariah yang sangat berharga nilainya, "Bila engkau hendak bertemu dengan saudaramu, maka temuilah dia dengan wajah berseri-seri." Sesungguhnya wajah cemberut itu menebarkan peperangan yang dahsat kepada orang lain. Kedahsatannya tidak ada yang mengetahui, kecuali Allah Yang Maha Mengetahui alam gaib.

Pemberian air minum dari tangan orang yang zalim kepada seekor anjing liar dapat menyebabkan dirinya masuk ke dalam surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Sebab, Pemilik pahala adalah Allah Yang Maha Pengampun, Maha Pemberi, Maha Pemurah. Allah adalah Tuhan Yang mencintai kebaikan, Mahakaya dan Maha Terpuji.

Wahai orang-orang yang diancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan ketakutan, marilah kita menuju taman kebaikan. Sibukkanlah diri kalian dengan berbuat baik kepada orang lain; baik dengan suatu pemberian, penghormatan, penghiburan, dan pertolongan. Dengan demikian, kalian akan mendapatkan kebahagian berupa makanan yang beraneka warna dan ras. "Padahal tidak ada seorang pun memberika suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi(dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Allah Yang Mahatinggi. Dan Kelak dia benar-benar mendapatkan kepuasan." (QS. Al-Lail:19-21)

Thursday, November 16, 2006

Renungkan dan Bersyukurlah

Pernahkah kita mengingat-ingat nikmat yang telah Allah berikan kepada kita? Sebab tanpa disadari nikmat-nikmat itu telah mengelilingmu dari atas kepala sampai kan. "Dan jika menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya."(QS. Ibrahim :34).
Kenikmatan itu berupa kesehatan badan, keamanan tempat tinggal,banyaknya makanan,pakaian, udara dan air. Engkau menguasai dunia tapi engkau tidak merasakannya. Engkau memiliki kehidupan tapi engkau tidak mengetahuinya. Engkau memiliki dua mata, lisan, dua bibir, dua tangan dan dua kaki. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan." (Ar-Rahman : 13).

apakah masalahnya akan menjadi mudah, bila engkau berjalan diatas dua telapak kaki, sedangkan kedua telapak kakimu telah diamputasi? Apakan engkau akan bersandar diatas kedua betismu, sedangkan kedua betismu telah dipotong? Apakah semudah itu engkau menidurkan kedua matamu, sedangkan rasa sakit telah mengelilingi waktu-waktu tidurmu yang banyak? apakah semudah itu engkau dapat memenuhi perutmu dengan makanan makanan yang lezat dan minuman yang dingin, tetapi didalamny terdapat kotoran yang mengeruhkannya dan menimbulkan penyakit serta penderitaan? Pikirkanlah tentang pendengaranmu yang sehat dari ketulian. Renungkanlah tentang penglihatanmu yang selamat dari kebutaan. Perhatikanlah kulitmu yang terhindar dari penyakit lepra atau kusta. Lihatlah akalmu, Allah telah menganugrahkan kenikmatan dengan kehadirannya serta menjauhkannya dari penyakit gila dan pikun.

Sesungguhnya engkau memiliki kenikmatan yang melimpah dan sempurna dalam dirimu sendiri. akan tetapi, engkau tidak menyadarinya. Engkau hidup dalam kegelisahan, kebimbangan, kesedihan dan ketertekanan. engkau cemas mengalami kerugian harta, padahal engkau memiliki kunci kebahagian dan lampu-lampu peneran yang memancarkan kebaikan dan kenikmatan. Berpikir dan bersyukurlah.

Kebahagian bukan ditentukan oleh waktu dan tempat

Seorang cendikiawan berkebangsaan Inggris, "adalah memungkinkan bagimu-apabila engkau ditahan didalam dalam sebuah penjara-untuk tetap ...